Filsafat Ibn Sina   Leave a comment

BAB II
PEMBAHASAN

A. BIOGRAFI IBN SINA

Nama lain ibn sina yaitu Abu Ali al-Husein ibn Abdullah ibn al-Hasan ibn Ali ibn Sina. Di Eropa dia lebih dikenal dengan nama Avicenna. Ia dilahirkan didesa Afsyanah, dekat Bukharah, transoxiana (Persia Utara), pada 370 H (980 M). Ia mempunyai ingatan dan kecerdasan yang luar biasa sehingga pada usianya yang masih 10 tahun ia telah menghafal Al Quran, sebagian besar sastra arab,dan hafal kitab metafisika karangan Aristoteles.pada usia 16 tahun ia telah banyak menguasai ilmu pengetahuan, sastra arab, fikih, ilmu hitung, ilmu ukur, filsafat bahkan ilmu kedokteran ia pelajari sendiri.
Pada usia 22tahun, ayahnya meninggal dunia.sehingga dengan berat hati dia meninggalkan Bukhara menuju Jurjan.tetapi ia tidaklama di kota ini lalu ia pergi ke kota Hamadzan.
Pada akhir hayatnya ia menjadi guru filsafat dan dokter di Ishfahan dan meninggal di Hamadzan pada 428 H(1037 M). dalam usia 57 tahun.Diberitakan karena penyakit perut (maag) yang membawa kematiannya sebagai dampak dari kerja kerasnya untuk urusan negara dan ilmu pengetahuan. Pada waktu siang ia bekerja dan pada waktu malam ia membaca dan menulis hingga larut malam. Bulan-bulan terakhir kehidupannya , ia berpakaian putih, menyedekahkan hartanya paa fakir-miskin dan mengisi waktunya dengan beribadah kepada Allah.

B. KARYA IBNU SINA

Pada usia 20 tahun ia telah menghasilkan karya-karyacemerlang, dan tidak heran kalau ia menghasilkan 267 karangan. Diantara karangan yang terpenting adalah :
– Al-Syifa’
– Al-Najah
– Al- Isyarah wa al-Tanbihah
– Al-Qanun fi al-Thibb
– Al-Hikmah al-‘Arudhiyyah
– Hidayah Al-Rais li al-Amir
– Risalah fi al-kalam ala al-Nafs al- Nathiqiyah
– Al-Manthiq al-Masyriqiyyin

C. FILSAFAT IBNU SINA

a. Tentang wujud

Menurut Ibnu Sina tuhan mempunyai wujud tunggal, secara mutlak, sedang segala sesuatu yang lain memiliki kodrat yang mendua. Karena ketunggalannya, maka apakah Tuhan itu dan kenyataan bahwa itu ada, bukanlah dua unsur dalam satu wujud tetapi satu unsur atomik dalam wujud yang tunggal.
Dengan demikian, Tuhan adalah unik dalam arti, dia adalah kemaujudan yang mesti, segala sesuatu selain dia bergantung kepada diri dan keberadaan Tuhan. Kemaujudan yang mesti itu harus satu. Nyatanya, walaupun didalam kemaujudan ini tak boleh ada kelipatan sifat-sifat NYA, tetapi Tuhan memiliki esensi lain, tak ada atribut-atribut lai kecuali bahwa dia itu ada, dan mesti ada. Ini dinyatakan oleh Ibnu Sina dengan mengatakan bahwa esesnsi tuhan itu identik dengan keberadaan-NYA yang mesti itu. Karena tuhan tidak beresensi, maka dia mutlak sederhana dan tak dapat didefinisikan.
Menurut Ibn Sina, Tuhan menciptakan segala sesuatu karena adanya keperluan yang rasional ini, Ibn Sina menjelaskan pra- pengetahuan Tuhan tentang semua kejadian, seperti apa yang kita lihat dalam pembahasannya tentang tuhan. Dunia, secara keseluruhan, ada bukan karena kebetulan, tetapi diberikan oleh tuhan, ia diperlukan, dan keperluan ini diturunkan dari tuhan. Inilah prinsip Ibnu Sina tentang eksistensi secara singkat.

b. Jiwa

Ibn Sina membagi jiwa dalam tiga bagian :

1. Jiwa tumbuh-tumbuhan dengan daya-daya : makan, tumbuh dan Berkembang biak.
2. Jiwa binatang dengan daya-daya :
a. gerak
b. menangkap dengan dua bagian menangkap dari luar dengan panca indra dan menangkap dari dalam dengan indra-indra dalam.
3. Jiwa manusia dengan dua daya : praktis dan teoritis

Menurut ibnu sina, jiwa manusia merupakan satu unit yang tersendiri dan mempunyai wujud terlepas dari badan. Jiwa manusia timbul dan tercipta setiap kali ada badan, yang sesuai dan dapat menerima jiwa lahir di dunia ini.

c. Teori fisika

Kajian yang di kemukakan Ibn Sina dalam masalah ini adalah bersifat teori, dan objeknya yaitu benda yang wujud, dimana ia terdapat dalam perubahan, diam dan bergerak. Ilmu fisika mempunyai beberapa dasar yang hanya bias diketahui oleh orang yang mendalami ilmu ketuhanan. Sebagai dasar-dasar itu adalah :
1) Benda (maddah), surah (form),dan tiada (adam).
2) Gerak dan diam
3) Waktu / masa
4) Tempat dan kekosongan
5) Terbatas dan tidak terbatas

d. Kenabian

Pendapat Ibn Sina tentang nabu bertitik tolak dari tingkatan akal. Akal materil sebagai yang terendah adakalanya dianugrahkan tuhan kepada manusia akal materil yang besar lagi kuat,oleh Ibn Sina dinamakan intuisi. Daya yang ada pada akal materil serupa ini begitu besarnya sehigga tanpa melalui latihan, dengan mudah dapat dengan akal aktif dan dengan mudah dapat menerima cahahya atau wahyu dari Tuhan. Akal serupa ini bersifat suci inilah bentuk akal tertinggi yang dapat diperoleh manusia, yaitu bentuk akal yang ada pada Nabi-nabi.
Wahyu merupakan bentuk pancaran, yang diterima oleh para nabi dan yang turun kepada mereka, seolah-olah ia merupakan pancaran yang bersambung dengan akal universa, yang terinci bukan secara esensial melainkan secara kebetulan, disebabkan kekhususan para penerimanya. Demikianlah, maka para malaikat mempunyai nama yang berbeda-beda pula. Meskipun begitu, mereka membentuk kekseluruhan yang satu, yang kekhususannya tidak terjadi secara esensial, tetapi sssecara kebetulan dissebabkan kekhususan para penerimanya. Jadi kerasulan ialah bagian dari pancaran itu yang dinamakan wahyu, yang diterimakan dalam berbagai bentuk ekspresi untuk kepentingan umat manusia.

e. Tasawuf

terletak Mengenai tasawuf , menurut Ibnu Sina tidak dimulaidari zuhud. Ia memulai tasawufnya dengan akal yang dibantu oleh hati. Dengan kebersihan hati dan pancaran akal, lalu akal akan menerima ma’rifah dari akal fa’al. dalam pemahaman Ibnu Sina bahwa jiwa-jiwa manusia tidak berbeda lapangan ma’rifahnya dan ukuran yang dicapai mengenai ma’rifahnya, tetapi perbedaannya kepada ukuran persiaapnnya untuk berhubungan dengan akal fa’al.

Posted Juni 19, 2011 by ciebad in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: